DI UJUNG RAMADHAN 1440 H, WARGA BINAAN LAPAS PEKANBARU KHATAM QUR’AN

Mawar tumbuh di halaman
Walau kecil menjadi taman
Al Quran adalah pedoman
Petunjuk terang setiap zaman

 

Pekanbaru (LPD) – Membaca Al-Quran telah menjadi kebiasaan bahkan tradisi umat Islam. Kebaikan tersebut biasa dilakukan di masjid, mushalla, tempat pengajian, termasuk di rumah, sekalipun di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). Seperti halnya yang dilakukan warga binaan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru, warga binaan yang memiliki waktu luang yang sangat luas memanfaatkannya dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada sang maha pencipta. Selama malam Ramadhan, sebanyak 25 sampai 30 WBP secara bergantian melaksanakan tadarrus di Mesjid At-Taubah Lapas Pekanbaru, hingga akhirnya khatam Qur’an, Jum’at (31/5).

 

Lapas Pekanbaru yang terletak di Bumi Melayu dalam kesehariannya memang mengadopsi dan menjunjung tinggi budaya serta kearifan lokal dalam pendekatan pembinaan WBP. Membaca Al-Quran adalah tradisi yang wajib dikuasai setiap masyarakat Melayu dan umat muslim karena Al-Quran merupakan pedoman hidup untuk menuntun manusia ke jalan yang diridhoi Allah SWT. Begitulah yang disampaikan Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yulius Sahruzah, dalam sambutannya pada acara ini. Kepada WBP, beliau berpesan agar tak bosan untuk mengikuti seluruh kegiatan keagamaan, agar dapat menjadi tonggak iman dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Tradisi Khatam Qur’an di Lapas Pekanbaru sudah menjadi agenda rutin setiap tahun dan lapas selalu memberikan kesempatan pada seluruh WBP dalam kegiatan pembinaan keagamaan dan diharapkan kegiatan ini menjadi ujung tombak dalam menjaga kondusifitas keamanan di lapas.

 

“Sebagai sesama muslim, saya berkewajiban mengingatkan kepada kita semua agar terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita terhadap Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Saya berharap peningkatan amal dan ibadah tetap berjalan berkesinambungan, walaupun nanti kita akan meninggalkan Bulan Ramadhan,” pesan kalapas pada akhir sambutannya. Tabak, hidangan makanan khas Melayu yang terbuat dari pulut kuning biasa disajikan pada acara khatam Quran, diserahkan Majelis Tadarrus Masjid At-Taubah kepada kalapas dan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan khatam Qur’an. Acara ditutup dengan doa dan makan bersama. Sungguh indah kebersamaan yang dirajut di malam Ramadhan yang sebentar lagi akan berakhir…

 

Jayalah Pemasyarakatan..

Jayalah KEMENKUMHAM !!!

(HUMAS LAPAS KELAS IIA PEKANBARU)



 
Penulis: 
    author
    No related post!