IDOLA BARU LAPAS PEKANBARU ITU BERNAMA PONDOK WAK ABAS

Pekanbaru (LPD) –Pagi itu (30/4) komandan jaga memantau dari kejauhan, tampak ada sekumpulan massa memadati suatu tempat. Waspada terhadap adanya gangguan, komandan jaga pun menghubungi anggota regu jaga yang menempati pos terdekat dengan tempat tersebut. Setelah mendapatkan informasi, ternyata tempat tersebut adalah Pondok Wak Abas (Waktunya Abang Bebas), suatu layanan informasi mandiri terkait registrasi warga binaan pemasyarakatan (WBP); diantaranya remisi, pengurusan pembebasan bersyarat dan waktu bebas.

 

Syaiful Hari, salah satu narapidana penghuni Blok A yang dijumpai saat memanfaatkan layanan ini mengaku senang dan terbantu dengan hadirnya Pondok Wak Abas. Sebelumnya ini dia sempat merasa galau karena mendapatkan informasi dari seorang oknum tamping bahwa putusan hukumannya adalah 7 tahun 6 bulan, berbeda saat dia menerima putusan di pengadilan yang menjatuhkan hukuman selama 5 tahun 4 bulan. Lalu rekan sekamarnya menganjurkan dia untuk mengecek langsung ke Pondok Wak Abas, yang memang baru diketahuinya. “Selama ini saya segan mau bertanya kepastian hukuman saya ke (ruang) registrasi, pak. Tapi semenjak ada Wak Abas, cukup tempelkan jari, semua informasi keluar, tak perlu bertemu petugas. Dan ternyata saya sudah bisa ajukan PB (Pembebasan Bersyarat_red),” ucapnya bahagia. Syaiful langsung menuju wartelsus lapas dan menghubungi keluarganya agar segera mengurus syarat-syarat PB-nya. Akses informasi yang gampang ini membuat WBP beramai-ramai menuju Pondok Wak Abas.

 

Tak jauh berbeda dengan Syaiful, ternyata Melda Sur, salah satu keluarga pengunjung WBP juga merasakan kemudahan semenjak Lapas Kelas IIA Pekanbaru mencanangkan diri sebagai Wilayah Bebas Korupsi. Berbagai layanan informasi dan pengaduan lapas saat ini sangat terbuka dan mudah diakses. Dia Bersama abangnya Juniar Zen, narapidana penghuni Blok E, mengunjungi Gerai Layanan Informasi Lapas Pekanbaru, ruangan yang berlokasi tepat di ruang kunjungan lapas. Didampingi petugas Lapas Pekanbaru, Melda Sur memastikan jadwal pengurusan PB atas nama abangnya tersebut dan menanyakan apakah pengurusan PB dipungut biaya. Karena menurut informasi yang diperolehnya ada narapidana yang memanfaatkan pengurusan PB ini dengan meminta sejumlah uang kepada keluarganya, padahal di lapas banyak terpampang spanduk dan banner pelayanan bebas biaya. “Ternyata spanduknya bukan pencitraan ya buk, pelayanannya benar-benar Gratis!”, katanya sambil tersenyum senang. Melihat pengunjung merasa puas, petugas lapas pun tersenyum sembari mempersilahkan Melda untuk bergantian dengan keluarga WBP lain yang ingin berkonsultasi.

 

Jayalah Pemasyarakatan…

Jayalah KEMENKUMHAM !!!

 

(HUMAS LAPAS KELAS IIA PEKANBARU)

 
Penulis: 
    author
    No related post!