INSTROPEKSI DIRI, PEMASYARAKATAN RIAU GELAR MUHASABAH DAN DOA BERSAMA

Pekanbaru (LPD) – Sebagai mahluk Allah yang lemah, sudah selayaknya lah manusia memahami bahwa tiada daya dan upaya selain pertolongan-Nya. Kerusuhan yang terjadi di Rutan Siak, merupakan musibah yang tak dapat ditolak, sekaligus menjadi teguran bagi insan pemasyarakatan agar dapat berubah dan menginstrospeksi diri untuk menjadi lebih baik lagi. Tak ada mahluk Allah yang bisa melawan takdir, tapi doa adalah usaha yang dapat mempengaruhi takdir. Mengambil hikmah dari peristiwa memilukan tersebut, jajaran Pemasyarakatan Riau mengadakan acara doa bersama dan muhasabah di Lapas Kelas IIA Pekanbaru, (14/5). Kegiatan ini dihadiri Kakanwil Kumham Riau bersama Kadiv Pemasyarakatan dan juga para Kabid Pemasyarakatan, Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru, dan Kepala Bapas Pekanbaru.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dilanjutkan dengan pemberian santunan oleh Kalapas Pekanbaru Yulius Sahruzah, kepada warga binaan dhuafa yang jarang dikunjungi oleh keluarganya. Santunan ini merupakan ajakan dan motivasi bagi WBP agar beramai-ramai mengikuti kegiatan keagamaan di Mesjid At-Taubah. Selanjutnya pada sambutannya beliau menyampaikan bahwa tujuan diadakannya acara ini adalah sebagai langkah introspeksi diri dan menjalin hubungan silaturrahmi antara petugas dengan WBP di bulan baik ini. “Buat petugas lapas, mari kita ambil hikmah atas kejadian yang terjadi. Bekerjalah dengan profesional, jalankan SOP, dan jangan bertindak arogan!,” harap kalapas. Warga binaan juga harus mengikuti aturan yang diterapkan di lapas, menghormati petugas, dan menjalani hukuman sebagai takdir yang maha kuasa, pesan kalapas di hadapan warga binaan yang hadir diantaranya dari Lapas Pekanbaru, Rutan Pekanbaru, Lapas Perempuan (LPP) Pekanbaru, dan warga binaan pindahan dari Rutan Siak.

 

Kakanwil Kumham Riau Muhammad Diah, pun berkesempatan menyampaikan harapannya dalam acara ini dengan menyampaikan perlunya kerjasama yang baik antara petugas dan warga binaan lapas. “Bulan Ramadhan sudah selayaknya kita jadikan bulan yang penuh berkah dan ampunan, bulan menahan diri dari segala sesuatu yang tidak baik. Untuk itu marilah kita sama-sama menjaga emosi demi menciptakan suasana kehidupan yang aman dan tertib,” kata kakanwil. Beliau juga  mengingatkan kepada WBP untuk melaporkan kepadanya apabila ada petugas yang meminta sesuatu imbalan ataupun melakukan pungutan-pungutan yang tidak resmi terhadap layanan di lapas/rutan. Terakhir, kakanwil mengharapkan doa dan dukungan WBP agar Lapas Pekanbaru dapat meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) pada tahun ini.

Penampilan marawis warga binaan  LPP Pekanbaru yang dinanti-nantikan warga binaan yang hadir turut meramaikan kegiatan ini. Dengan seragam khasnya, mereka membawakan berbagai lirik lagu yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Khalik. Kemudian giliran Buya Syafrinaldi menyampaikan ceramahnya kepada hadirin dengan tema “Ramadhan : Momentum Diri Untuk Menjadi Hamba yang Beriman dan Bertaqwa Kepada Allah SWT”. Acara ditutup dengan dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Khairuddin, yang juga pimpinan Pondok Pesantren Al-Ihsan Boarding School Pekanbaru. Beliau mengajak warga binaan dan petugas berdoa memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu dan berharap seluruh insan Pemasyarakatan dilindungi oleh Allah SWT, Aaamiin yaa Robbal Aalamiin…..

 

Jayalah Pemasyarakatan…

Jayalah KEMENKUMHAM !!!

 

(HUMAS LAPAS KELAS IIA PEKANBARU)

 
Penulis: 
    author
    No related post!