TIM KERJA PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS DITJENPAS ADAKAN PENDAMPINGAN DAN PENGUATAN SATKER PRIORITAS STRANAS

Pekanbaru (LPD) – Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) dimana Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru menjadi salah satu dari 13 lapas yang termasuk dalam program stranas PK pada ruang lingkup pemasyarakatan di Indonesia. Sebagai upaya percepatan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi sebagaimana yang diamanatkan perpres tersebut, Sekretaris Ditjen Pemasyarakatan mengeluarkan Surat Perintah Nomor : PAS1.KP.04.01-926 Tanggal 07 Mei 2019 tentang penugasan Kepala Sub Direktorat Pengembangan Teknologi Informasi (Kasubdit Pengembangan TI) untuk melakukan pendampingan dan penguatan pembangunan ZI di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru, Kamis (9/5).

Bertempat di ruang rapat kalapas, Kasubdit Pengembangan TI Chandran Lestyono, melakukan pendampingan dengan mengadakan pemaparan terlebih dahulu kepada tim pokja Lapas Pekanbaru. Beliau yakin bahwa tim pokja Lapas Pekanbaru sudah memahami hal-hal pokok yang perlu dilaksanakan dalam pembangunan ZI ini. Menurutnya, ada beberapa permasalahan dan tantangan yang ditemui selama ini diantaranya kurangnya komitmen petugas untuk keluar dari zona nyaman, pemimpin yang berani menjadi role model, dokumen pendukung yang tidak lengkap serta jarang mendokumentasikan kegiatan, kurangnya humas dalam mempublikasikan program, kurangnya dukungan sarana dan prasarana pelayanan publik, dan masih adanya persepsi negatif masyarakat terhadap layanan. “Mau tidak mau, suka tidak suka, karena Lapas Pekanbaru sudah menjadi satker prioritas Stanas PK, semua petugas harus mendukung pemberantasan korupsi. Bagi yang tidak mendukung, silahkan ajukan untuk dimutasikan!,” pesan Chandran dengan tegas. Chandran pun mengingatkan agar Lapas Pekanbaru selalu berkordinasi dengan tim pendamping atau juga melakukan komunikasi dan konsultasi dengan satker lain yang telah berhasil meraih predikat WBK.

Kabid Keamanan, Kesehatan, dan Perawatan Napi/Tahanan Kanwil Kumham Riau, Julianto Budhi Prasetyono, yang turut mendampingi tim kerja Ditjenpas ini juga menyampaikan sarannya bahwa Lapas Pekanbaru harus fokus untuk menampilkan layanan yang akan ditonjolkan, misalnya layanan kunjungan dan layanan pengurusan PB/CB/CMB dan remisi. Hal ini berdasarkan pengamatannya selama studi tiru di Lapas Cibinong ataupun di Kantor Kepolisian yang hanya menonjolkan satu perubahan layanan saja, yaitu di layanan pembuatan SKCK. Selesai pemaparan dan diskusi, selanjutnya tim kerja Ditjenpas melihat langsung lokasi ruang layanan kunjungan, meninjau suasana lingkungan kantor, dan memberikan masukan-masukan agar pelayanan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan nyaman. “Jangan lupa rangkul dan lakukan pendekatan dengan media, karena media merupakan gerbang informasi bagi masyarakat,” ucap Chandran.

 

Jayalah Pemasyarakatan…

Jayalah KEMENKUMHAM !!!

 

(HUMAS LAPAS KELAS IIA PEKANBARU)

 
Penulis: 
    author
    No related post!